Laporan : Awan Turseno
Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Perayaan Imlek 2561 tahun ini, permintaan buah naga (Hylocereus undatus) di wilayah Yogyakarta meningkat tajam. Permintaan buah naga mulai meningkat hingga 2 kali lipat, dibanding hari-hari biasa.
Teguh, salah satu petani buah naga kepada reporter Cakrawalainfo.com menuturkan warga keturunan Tionghoa meyakini bahwa buah naga melambangkan pengaruh yang besar. Bahkan, pandangan lain diyakini sesuatu yang diharapkan hinggap sepanjang tahun mendatang.
“Buah naga yang mereka minati adalah berjenis merah. Selain berasa manis dan segar, warna merak penampilannya lebih memikat ketimbang yang berwarna putih," katanya, Rabu (17/2/2010).
Menurutnya saat ini, harga buah naga pada hari-hari biasa mencapai Rp 15 ribu per kilogram (untuk buah naga biasa), namun untuk buah naga yang dagingnya merah (buah naga merah) Rp 20 ribu per kilogram. “Karena permintaan cukup banyak, maka harganya juga melonjak hingga Rp 30 ribu untuk buah naga merah,“ jelas Teguh.
Sejauh ini, banyak konsumen dari luar Yogyakarta seperti Malang, Bogor, Palembang dan Bali yang memesan buah naga. Khusus untuk Bali, permintaan pernah ditolak karena tidak sanggup memenuhi yang diharapkan yakni 1 ton.
Meskipun telah memiliki 2 lahan di daerah Parangtritis 300 tiang dan Pantai Samas 1500 tiang dengan masing-masing tiang 4 pohon, namun belum bisa memenuhi permintaan pasar. Untuk itu, diprediksi hingga lima tahun ke depan prospek buah naga masih menjanjikan. Bahkan, apabila hanya laku Rp 10 ribu per kilogram petani tidak akan rugi.
Disamping menjual buah naga segar, ia juga mulai membuat sirup buah naga merah. Hal ini, dilakukan untuk mengantisipasi jika saat panen raya tidak bisa dijual. “Selain itu, buah naga yang ukurannya kecil diproses menjadi sirup. Harga per botol Rp 40 ribu,” tambahnya.*(wan/dib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar