Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Magelang) - Patung Gus Dur yang menyerupai Buddha diprotes oleh umat Buddha.
Namun sang pematung, Cipto Purnomo, mengaku tidak ada niat melecehkan Buddha. Justru dia, melihat adanya nilai kebajikan dari Buddha dan Gus Dur.
"Saya saat menciptakan patung itu, melihat bahwa patung tersebut adalah bentuk simbolis. Bukan maksud dan tujuan saya, untuk melecehkan agama tertentu," tegas Cipto Purnomo saat ditemui detikcom di rumahnya, di Desa Blangkunan, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (8/2/2010).
Kenapa Cipto membuat patung Gus Dur menyerupai Buddha? Cipto mengatakan dirinya melihat adanya nilai-nilai kebaikan yang sama-sama muncul dari Buddha dan sosok Gus Dur.
"Gus Dur seperti kita ketahui, dengan umat lain tidak memusuhi, malah terjalin hubungan yang baik. Apalagi di negara kita banyak agama dan kepercayaan yang bisa diterima," tegas Cipto.
Cipto menceritakan, awal mula membuat patung ini adalah ajakan dari pemilik Studio Mendhut, Sutanto, dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Gus Dur.
"Seminggu sebelum acara dilangsungkan di Studio Mendut, saya dihubungi Pak Tanto untuk membuat patung," tegas guru SMP Muhammadiyah 1 ini.
Setelah memperoleh ide dan imajinasi, dia memilih sosok Buddha. Menurutnya, karya seni tercipta secara subyektif dari seniman itu berdasarkan imajinasi dan hasil pengamatan di lingkungannya.
"Saya dekat dan dibesarkan di lingkungan Candi Borobudur. Siapa yang tidak kenal dan tidak mengaguminya," tegas Cipto.
Cipto adalah pematung yang sudah sering membuat patung Buddha. Dia adalah pemegang rekor MURI tahun 2009 sebagai pembuat patung Buddha terkecil di Indonesia berukuran 8x4x5 mm dari emas.*(dtc/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar