Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Magetan) - Dalam rangka perpanjangan usia Cad/Pad yang ada di pesawat tempur TNI AU, Dislitbangau dan Depohar 10 Lanud Sulaiman bekerjasama dengan PT Pindad Turen, Malang melaksanakan uji laboratorium guna mengetahui kualitas isian Cap/Pad.
Sebelum pelaksanaan pengujian laboratorium terlebih dahulu dilakukan persiapan diantaranya menyiapkan data dan mengumpulkan sample Cad/Pad yang akan diuji serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
Sedangkan kegiatan uji laboratorim itu sendiri meliputi pemeriksaan nilai kalori, pemeriksaan stabilitas dan NDI.
Hal tersebut disampaikan oleh Mayor Tek Chaeruman, S.T., yang sehari-harinya menjabat selaku Kasihar Sathar 64 Depohar 60 Lanud Iswahjudi, pada Briefing Pagi sebelum melaksanakan penerbangan yang dihadiri Komandan Wing 3, Kolonel Pnb Tatang Harlyansyah, S.E., para pejabat dan para penerbang di Ruang Rapat Teddy Kustari, Base Ops, Rabu (10/2/2010).
Lebih lanjut dikatakan Propellant (Low Explosive) kurang stabil bila dibandingkan dengan TNT (High Explosive).
Ketidakstabilan tersebut akibat pengaruh temperatur yang tinggi dan sering berubah, yang menyebabkan Nitro Cellulose dan Nitro Glycerine sebagai komponen utama propellant terurai dan menghasilkan gas Nitrogen Monooksida (NO).
Terkait dengan hal tersebut, menurut Mayor Tek Chaeruman,S.T., kestabilan Propellant harus diperiksa secara periodik, guna mengetahui kualitas propellant sehingga kejadian yang tidak diinginkan (terjadi ledakan) yang disebabkan oleh perubahan dan penguraian kimia dapat dicegah.
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium diketahui bahwa pada hari-11 nilai kalori Cad/Pad diatas 925 kal/gr serta uap coklat belum keluar, sehingga disimpulkan propellant dikategorikan kelas satu.*(jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar