Sabtu, 13 Februari 2010

Imlek Di Klenteng Poncowinatan-DIY Hikmat
Laporan : Awan Turseno

Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Dalam rangka menyambut hari raya Imlek, warga Yogyakarta pemeluk agama Konghucu melaksanakan doa bersama di Klenteng Poncowinatan.

Upacara doa bersama dalam rangka menyambut tahun baru China 2561 berlangsung hidmat. Sebelum acara dimulai, mereka membakar dupa (hio).

Sebelum doa bersama, Aji Candra dalam sambutannya mengatakan, Imlek kali ini menandakan berakhirnya tahun Kerbau 2560, awal tahun Macan 2561.

Di tahun Macan masyarakat maupun pemimpin diharapkan memberikan contoh yang baik pada orang lain. Begitu pula seorang pemimpin harus berbuat lebih baik dari sebelumnya dan mengutamakan kebajikan.

“Semua tahu mana yang baik dan mana yang jelek. Jangan hanya tahu saja, tetapi harus dilaksanakan yang baik tersebut. Itu yang disebut berbuat kebajikan,” kata Aji Candra.

Dijelaskan Aji, pemeluk Konghucu saat ini telah diberi kebebasan untuk beribadah. Pemerintah tidak ada lagi diskriminasi ataupun melarang umat Konghucu untuk beribadat. Imlek diperbolehkan dirayakan sebagai tanda pergantian tahun.

Hal ini karena kebajikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memberi kebebasan kepada pemeluk Konghucu yang tertuang dalam Keppres tahun 2000. Kemudian diperkuat oleh Presiden Megawati lewat Keppres bahwa tahun baru China (Imlek) sebagai hari libur nasional.

Begitu pula Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan bahwa di Indonesia tidak ada lagi diskriminasi terhadap umat Konghucu.

Menurut Aji, arti tahun Macan jangan dilihat dari segi negative bahwa binatang tersebut garang, liar dan suka memangsa hewan lain. Macan adalah binatang yang berwibawa, memiliki kekuatan sehingga sering disebut raja rimba.

Untuk itu, di tahun Macan ini diharapkan pemimpin harus berwibawa, memiliki kekuatan terhadap segala gangguan yang dapat mempengaruhi ketenteraman. Disamping itu juga berbuat baik, bijaksana dan peduli terhadap masyarakat.*(wan/dib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar