Rabu, 17 Februari 2010

Insiden Mandala Krida, Kapolda DIY Minta Maaf
Laporan : Awan Turseno

Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Terkait insiden yang terjadi saat pertandingan PSS Sleman-PSIS Yogyakarta di Lapangan Mandala Krida Jumat (12/2/2010) lalu, Kapolda DIY Brigjen Sunaryono akhirnya meminta maaf kepada masyarakat setempat.

Kapolda mengakui, jika personelnya melakukan kesalahan dan bertindak diluar prosedur dalam insiden kericuhan saat menghalau Brajamusti, superter PSIM.

"Meski begitu, tindakan aparat keamanan tidak semuanya salah," ujarnya, Selasa (16/2/2010).

Menurut Kapolda, bahwa kesalahan tersebut ada kronologinya yakni terjadi pelemparan oleh Brajamusti yang mengakibatkan petugas mendorong hingga memasuki Mess PSIM.

“Tetapi bagaimanapun, kami akui hal itu salah dan saya selaku Kapolda DIY meminta maaf kepada masyarakat," katanya.

Ketika disinggung ada beberapa saksi yang mengatakan akibat kerusuhan berawal dari pelemparan gas air mata? Dijawab dengan nada agak tinggi oleh kapolda Sunaryono, jika saat itu petugas tidak melontarkan gas air mata. Maka dapat dipastikan, kerusuhan lebih besar akan terjadi, baik di dalam stadion maupun diluar stadion.

"Siapa yang akan menanggung jika terjadi kerusuhan, kemudian bakar-bakaran. Apakah mau orang yang komentar itu, menanggungnya? Makanya kalau tidak tahu jangan asal bicara. Itu namanya provokator," tegasnya.

Dilaporkan sebelumnya bahwa insiden tersebut, terjadi berawal dari Brajamusti yang melempari pemain PSS, supporter Slemania bahkan pihak aparat.

Agar masa dapat dikendalikan, gas air mata terpaksa dilontarkan oleh Sat Brimobda DIY--karena massa Brajamusti terus melakukan aksi pelemparan.

Selain dari Brajamusti terdapat pula wartawan SKH Kedaulatan Rakyat Dian Ade Permana dan perusakan motor wartawan KR Jogja.com, Ardhi Wahdan dalam insiden pembubaran Brajamusti yang menjadi korban tindakan kekerasan apatar.

Akibat kejadian tersebut, akhirnya pertandingan dihentikan dengan skor 1:1 karena kondisi yang tidak dimungkinkan untuk dilanjutkan.*(wan/dib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar