Laporan : Sudibyo
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Termasuk pada sektor pelayanan kesehatan. Seperti kabar yang santer di Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Jatim dr. Sudono Madiun, Jawa Timur.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, dalam kurun waktu 2008-2009 lalu--masyarakat miskin (Maskin) yang berobat ke rumah sakit terbesar di Madiun itu banyak yang diberi obat sisa pasien biasa baik kalangan menengah hingga atas.
Modusnya, bagi pasien biasa atau kalangan mampu yang melakukan rawat inap dan sudah sembuh, biasanya obat sisa tidak dibawa pulang. Karena pada umumnya, obat dari pembelian resep dokter, disimpan di ruang perawat. Perawat hanya memberikan obat dalam waktu kunjungannya saja atau pada jam-jam dimana pasien harus minum obat.
Karena itu, walau resep telah dibeli penuh oleh keluarga pasien, namun jika pasien biasa ini sudah sembuh, sisa obat tidak diberikan kepada yang berhak.
Obat dari sisa pasien non Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) inilah, kemudian oleh oknum rumah sakit tersebut dikumpulkan lalu diberikan kepada pasien tidak mampu yang mempunyai kartu Jamkesmas.
Namun menurut sumber cakrawalainfo.com, dalam laporan keuangan dibuat seolah-olah obat yang diberikan kepada masyarakat miskin merupakan obat baru. Benarkah demikian? Pihak RSUP dr. Sudono Madiun ketika dikonfirmasi cakrawalainfo.com, membantah keras adanya praktek semacam itu.
"Kalau beritanya seperti itu, sangat tidak benar. Tapi kalau masyarakat miskin, pemilik kartu Jamkesmas kita beri obat generik, memang iya. Kasiatnya sama, cuma kemasan saja yang beda dengan obat yang diberikan kepada pasien biasa,” kata dr. Dodo Anondo, direktur RSUP Jatim dr. Sudono Madiun, Jum’at (12/2/1010).*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar