Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Indonesia) - Dasar darah mudaku masih panas, sejenak kemudian ‘garuda’ perkasa yang siap tempur lagi. Aku mencoba menggodanya.
“Sudah, Ron! Jangan lagi!” katanya sambil tubuh Tante beringsut menjauhiku.
Namun, aku tetap memeluknya erat. Tante beringsut menjauh lagi, dan kedua tangannya berusaha melepas pelukanku.
“Tapi, tadi kita sudah melakukannya, Tante?” tanyaku tidak mengerti.
Pelukanku tetap melingkar dipingganya. “Ya. Ta.. tadi Tante.. khilaf..” “Khilaf..? Tapi kita sudah melakukannya sampai dua kali Tante?” aku tidak habis mengerti.
“Ii.. ya, Ron. Tante tadi benar-benar tak mampu.. menahan nafsu.. Tante sudah lama tidak melakukan ini sejak Om kamu meninggal. Dan sekarang kamu merangsang Tante sampai Tante terlena.”
“Masak terlena sampai dua kali?” “Kamu mencium bibir Tante. Di situ lah kelemahan Tante, Ron. Tante selalu terangsang kalau berciuman.”
“Oh, kalau begitu Tante kucium saja sekarang ya? Biar Tante mau lagi.” pintaku bernafsu sambil berupaya memalingkan wajah Tante. Tapi Tante menolak keras.
“Jangan, Ron! Sudah cukup. Kita jangan berzinah lagi. Tante merasa berdosa pada Om-mu.” Tante terisak. Aku jadi mengendurkan pelukanku.
Kemudian kami terdiam. Dalam dekapanku terasa Tante sedang menangis. Tubuhnya berguncang kecil. “Ya sudah, Tante. Sekarang kita tidur saja. Tapi bolehkan Roni memeluk Tante seperti ini?”
Tidak kuduga Tante justru berbalik menghadapku sambil membetulkan selimut kami dan berkata, “Tapi kamu harus janji tak akan bercinta dengan Tante lagi, Ron?” “Iya, Tante. Aku janji, anggap saja Tante sekarang sedang memeluk anak Tante sendiri.”
Sekilas kulihat bibir Tante tersenyum. Di bawah selimut, aku kembali memeluknya dan kurasakan tangan Tante juga memelukku. Wajah kami berhadap-hadapan, nafas Tante terasa menerpa hidungku. Matanya terpejam, aku pun mencoba tidur.*(perempuan/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar