Laporan : Anas Pandu
Cakrawalainfo.com (Surabaya) - Indeks Harga Konsumen (inflasi) Jawa Timur pada bulan Januari berada di bawah pencapaian nasional seiring upaya
pemerintah daerah Jatim untuk menekan laju inflasi provinsi tersebut.
"Inflasi Jatim pada bulan pertama 2010 diposisi 0,55 persen sedangkan
nasional mencapai 0,84 persen pada periode sama," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim), Irlan Indrocahyo, di kantornya di Surabaya, Senin (01/02/2010).
Namun, jelas dia, besaran inflasi Jatim Januari 2010 lebih tinggi daripada inflasi pada akhir tahun 2009. "Selama bulan ke-12 2009, inflasi Jatim mencapai 0,49 persen," ujarnya.
Sementara itu, mengenai pencapaian inflasi Januari, ia menyebutkan, dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok. "Semisal, beras, gula, bahan bakar rumah tanga, upah pembantu rumah tangga, soto, cabai merah, minyak goreng, ikan tongkol, dan rokok kretek," katanya.
Terkait kenaikan harga beras selama Januari, kata dia, faktor penyebabnya adalah musim paceklik saat itu sehingga harga komoditas tersebut mengalami kenaikan 6,83 persen. "Kenaikan harga komoditas itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada bulan Januari tahun lalu 0,93 persen sedangkan pada tahun 2008 naik 6 persen," terangnya.
Ia menambahkan, selain itu kenaikan harga beras ikut dipengaruhi dikeluarkannya Inpres Nomor 7 Tahun 2009 tentang naiknya harga pembelian pemerintah terhadap gabah kering panen menjadi Rp 2.640,00 perkilogram, dari harga sebelumnya Rp2.400,00 per kilogram.
"Di sisi lain, komoditas pemberi sumbangan deflasi selama Januari 2010
di antaranya emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk,
tarif kereta api, melon, bawang merah, semangka, apel dan avokad," tegasnya.*(nas/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar