Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Sejak pukul 19.00 wib, sekitar 1000 paranormal berkumpul di pantai Parangkusumo, Parangtritis, Jogjakarta. Berbagai perguruan diwilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta antara lain, Songgo Buwono, lereng Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet serta Gunung Tidar. Tak ketinggalan pula spiritualis Jawa Barat antara lain, dari Pelabuhan Ratu serta lereng Gunung Papandayan.
Lalu apa tujuan mereka sebenarnya, selain menyambut tahun baru Islam 1 Muharam yang kebetulan jatuh pada malam keramat, Jumat Kliwon?
Menurut seorang spiritualis dari Jawa Timur, Eyang Dipo, kalangan spiritualis berkumpul di pantai legendaris Parangkusumo, bukannya tanpa alasan yang jelas. Kalangan linuwih menuturkan, pada malam 1 Suro para elit lelembut Tanah Jawa sekitar pukul 00 WIB melakukan saraseahan di Kraton Laut Selatan. Konon yang menjadi tuan rumahnya yakni Kanjeng Ratu Kidul yang juga penguasa tunggal Keraton Pantai Selatan.
Sementara itu, turut hadir dalam acara salam sarasehan yang tak bisa dilahat dengan kasat mata yaitu Eyang Sapu Jagad dari Gunung Merapi, Kanjeng Ratu Kidul sendiri selaku tuan rumah, raja Mataram pertama Panembahan Senopati, Eyang Prabu Brawijaya dari Gunung Lawu yang menjadi perbatasan antara Jatim-Jateng, Eyang Lembusuro dari Gunung Kelud Blitar serta masih banyak lagi.
Karena itulah, mengapa para kalangan spiritualis tanah jawa itu berkumpul di Pantai Parangkusumo yang konon merupakan tempat pertemuan antara raja Mataram pertama Panembahan Senopati dengan penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul. "Tujuan kami berkumpul disini, selain menayambut tahun baru hijriyah, juga ingin mengetahui hasil pertemuan para elit penguasa alam gaib yang melakukan sarasehan di kraton laut kidul," terang Eyang Dipo kepada Reporter Cakrawalainfo.com.
Karena berita yang dibawa oleh kalangan spiritualis ini, sekitar pukul 19.00 WIB, ribuan warga yang datang dari berbagai daerah ikut menjejali tempat wisata ritual pantai Parangkusumo. Mereka pada umumnya ingin mengetahui warta apa yang akan disampaikan oleh kalangan spiritualis yang mampu menerawang alam gaib atau mengetahui hasil sarasehan para elit lelembut pada tengah malam mejelang 1 Suro/Muharam.
Bahkan sebagian masyarakat yang penasaran akan hasil sarasehan para elit lelembut ini, sudah mulai berdatangan dengan berbagai macam kendaraan sekitar pukul 16.00 WIB. Karena itu, area parkir, termasuk lapangan yang ada di dekat pantai keramat ini, sekitar pukul 19.00 WIB, nyaris tak mampu menampung kendaraan roda 4 dan 2 yang jumlahnya mencapai ratusan untuk roda 4, serta ribuan untuk roda 2.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar