Laporan : Sudibyo
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Senin (28/12/2009) sekitar pukul 13.30 wib, tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba pohon beringin yang ada didepan Pendopo Muda Graha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun Jawa Timur, tumbang.
Bahkan, karena besarnya pohon yang tumbang, dua kantor yakni Badan Kesbang, Pol dan Linmas serta Litbang yang berada disisi timur mengalami rusak parah.
Tidak hanya itu, jaringan listrik berantakan menjulur kebawah akibat tertimpa pohon tersebut.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat, mengapa pohon beringin itu tumbang di bulan Suro di awal tahun Jawa 1943 Dal. Akan ada apa dilingkup Pemkab Madiun?
Terutama menyangkut para pejabat terasnya. Karena dari perhitungan para leluhur masyarakat Jawa, terutama orang -orang yang masih mempunyai trah darah biru, lebih-lebih jika dilihat dari kacamata spiritual ?
Ternyata, robohnya pohon beringin yang pernah menjadi simbol kekuasaan orde baru ini, tidak bisa dipandang sebelah mata.
Apalagi, seperti yang telah diterangkan diatas, pada saat pohon beringin itu roboh, tidak ada angin maupun hujan. Padahal, pada jaman kerajaan, pohon beringin merupakan simbol kekuasaan.
Bahkan hingga sekarang, keraton Ngayogjakarta Hadiningrat serta Kasunanan Surakarta, masih percaya akan simbol pohon beringin sebagai tanda eksisnya sebuah kerajaan.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di pemkab Madiun terutama pada oknum pejabat terasnya?.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar