Laporan : Sudibyo
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Peristiwa Klenik menyelimuti Bupati Madiun H. Muhtarom saat Bakti Sosial Terpadu (BST) di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan.
“Kol Buntet, Besi Kuning, Merah Delima” benarkah pegangan Bupati ?
Namun, bila dikaitkan dengan asal usul keberadaan Kabupaten Madiun, adalah hal yang wajar jika para leluhur Mataram, termasuk penguasa Pantai Selatan melindungi penguasa tunggal Madiun.
Karena, keberadaan Kabupaten Madiun sangat erat kaitannya dengan kerajaan Mataram Islam. Pemberontakan Madiun yang kala itu, dipimpin oleh Adipati Ronggo Jumeno padam setelah putri sang adipati, Retno Dumilah dipersunting Raja Mataram pertama, Panembahan Senopati.
“Sejak saat itu, Madiun dapat menyatu dengan Mataram karena terikat tali perkawinan,” kata Supranatural asal Jogayakarta, bunda Lia Hermin Putri kepada reporter Cakrawalainfo.com, Rabu (23/12/2009).
Ia menuturkan dalam perjanjian Abiproyo antara penguasa pantai selatan Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati, semua penguasa, adipati termasuk kawula yang masih ada kaitannya dengan Mataram. Maka akan mendapatkan perlindungan sepanjang masa dari kraton selatan.
"Karena sejarah masa lalu itulah, saya tidak heran jika Bupati Madiun, atau siapapun yang berkuasa di Kabupaten Madiun selalu mendapatakan perlindungan dari Tuhan dengan berbagai macam sarananya,” jelasnya.
Lebih-lebih Madiun, tambah lia yang juga ketua Padepokan Supranatural Songgo Buwono, ternyata masih erat kaitannya dengan Mataram. “Apalagi, ini bulan Suro,” pungkas perempuan yang tinggal di Manding, Bantul, Jogjakarta.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar