Cakrawalainfo.com (Surabaya) - Dewasa ini, jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia terus mengalami peningkat. Namun, seiring dengan hal tersebut, terjadi pula peningkatan kejahatan dan penyalahgunaan kartu kredit.
Untuk menghindari terjadinya kejahatan kartu kredit tersebut, STIE Perbanas Surabaya menggelar seminar nasional penyalahgunaan kartu kredit dalam sistem pembayaran, Selasa (16/12/2009).
Yang menarik, seminar ini diikuti peserta dari Universitas Gunadharma Jakarta, UKI Jakarta, STIMIK Nusantara Solo serta Universitas Bandar Lampung dan beberapa Universitas di Surabaya secara teleconference.
"Satu hal yang harus dipegang, adalah tidak memberitahukan PIN kartu kredit kepada siapapun," papar Dodit W Probojakti, Ketua Asosiaso Kartu Kredit Indonesia.
Selain itu, Dodit juga menekankan agar pemegang kartu kredit menggunakan kartu kredit secara bijaksana seperti menggunakan kartu kredit sesuai kemampuan keuangan, menarik tunai dari ATM hanya dalam keadaan darurat serta memeriksa lembar tagihan.
"Pada dasarnya kartu kredit adalah alat pembayaran, bukanlah tambahan penambahan. Ini harus dipahami agar tidak terjadi tunggakan kartu kredit," imbuhnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Mahmud, Deputy Pemimpin Bidang Manajemen Intern Bank Indonesia Surabaya menegaskan bahwa peranan Bank Indonesia dalam pengawasan kartu kredit lebih kepada peran regulator.
"Salah satu kejahatan dalam kartu kredit adalah adanya kartu kredit palsu. Namun akhir-akhir ini, dalam pengawasan kami jumlah kartu kredit palsu semakin berkurang karena penerbit kartu kredit sudah banyak yang menggunakan chips sehingga sulit dipalsu," paparnya.*(nas/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar