Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun terus memburu pengajar aliran Among Tani Majapahit, yang diduga sebagai aliran sesat.
Namun, Sukarno, guru spiritual aliran yang disebut-sebut sebagai aliran beraroma free seks itu, hingga kini belum ditemukan. Uniknya, sejumlah pengikut yakin, tidak ditemukannya Sukarno, lantaran dia memiliki ilmu menghilang.
Widarto, tokoh masyarakat Desa Tawangrejo, Gemarang menuturkan, hingga kini warga terus mengendus jejak Sukarno. Warga berharap, tokoh pengajar aliran sesat itu segera ditengkap dan diserahkan ke polisi. “Ada indikasi, Sukarno sengaja disembunyikan oleh pengikutnya,” ujarnya.
Indikasinya, lanjut Widarto, beberapa kali warga melihat Sukarno berada di suatu tempat di kediaman pengikutnya. Namun setelah diintai dan ditelusuri, pemimpin aliran Among Tani Majapahit itu, kabur lagi.
Belum diketahui kemana kaburnya, guru spiritual yang diduga kuat telah menghamili dua siswanya itu. Warga terus melakukan pengintaian, lantaran aparatterkait dinilai belum bertindak optimal dalam mengendus jejak Sukarno.
Aliran ini dituding sesat lantaran Sukarno sempat mengatakan, bertemu dengan Nabi Adam dan bisa mi’roj ke langit ketujuh. Sukarno juga diyakini sebagai pengikut titising darah Ratu. Pengakuan ini, berdampak pada penyerahan tubuh sejumlah siswanya untuk melakukan hubungan badan.
Dijembatani aparat setempat dan MUI Kabupaten Madiun, puluhan pengikut Sukarno telah melakukan pertobatan. Namun warga setempat merasa belum puas, sebelum Sukarno tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.*(lp/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar