Laporan : Sudibyo
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Sekedar diketahui, Cepuri Parangkusumo menurut mitologi jawa, dipercaya sebagai tempat pertemuan antara penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul, dengan raja Mataram Islam pertama, Panembahan Senopati.
Di tempat inilah, timbul atau lahirnya perjanjian yang lebih dikenal dengan nama, Abiproyo. Yakni perjanjian saling membantu antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati.
Karena itulah, hingga sekarang, tempat ini setiap malam Selasa serta Jumat Kliwon, banyak didatangi oleh oknum pejabat yang minta berkah. Termasuk para PNS yang pangkatnya sudah tinggi, tapi belum mendapatkan jabatan yang strategis.
"Saya tahu persis, siapa oknum pejabat teras Pemkab Madiun yang sering melakukan ritual di Cepuri Parangkusumo,” ujar Bunda Lia Hermin Putri, tokoh spiritualis Jogjakarta yang juga pimpinan Padepokan Songgo Buwono Segoro Kidul, Senin (29/12/2009)
Dengan tumbangnya pohon beringin itu, kata dia, pasti ada sesuatu yang ditagih oleh Kanjeng Ibu Ratu. Robohnya pohon beringin yang sudah berusia ratusan tahun itu, hanya sekedar mengingatkan.
Tinggal yang diingatkan, pertanda itu ingat atau tidak?. Masalahnya, berurusan dengan Kanjeng Ibu, kalau sampai tidak ditepati, fatal akibatnya. “Kalau masalah janjinya apa, saya kurang tahu,” tuturnya.
“Tapi kalau pejabatnya siapa, saya tahu. Masalahnya saya pernah memergokinya pakai mobil dinas plat merah AE..." terang bunda Lia yang tinggal di selatan perempatan Manding, Bantul, Jogjakarta ini kepada reporter Cakrawalainfo.com.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar