Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Tahun baru 2010 tinggal beberapa puluh jam lagi. Tempat-tempat wisata yang biasa dikunjungi oleh masyarakat untuk liburan, hampir dapat dipastikan penuh sesak oleh pengunjung dari berbagai daerah.
Termasuk pantai legendaris Parangtritis yang berada sekitar 25 kilometer arah selatan Jogjakarta. Secara adimistratif, tempat wisata dengan panorama pantai laut lepas dan pegunungan yang indah ini masuk dalam wilayah Desa Parangtitis, Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul.
Sebagai tempat wisata andalan Kabupaten Bantul, disekitar pantai berdiri beberapa hotel dengan tarif yang bervariasi. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 125 ribu/malam. Namun, sejak liburan natal hingga menjelang tahun baru ini, rata-rata tiap hotel mengalami kenaikan tarif hingga 100%. Walau begitu, untuk ukuran tempat wisata yang terkenal, hampir tidak ada tamu yang mengeluh akan kenaikan tarif setiap hotel. Apalagi hotel-hotel yang berada diperbukitan, sejak libur natal lalu sudah tak ada lagi kamar kosong.
Termasuk hotel klas melati. Karena dari hotel-hotel yang berada disisi utara pantai ini, tamu dapat leluasa memandang laut lepas serta hiruk pikuk pengunjung yang berada di pantai. "Maaf, sudah tidak ada kamar lagi yang bisa di boking, Mas. Semua sudah penuh", ujar penjaga hotel Agung III, Titik, kepada reporter Cakrawalainfo.com.
Tak hanya pada tingkatan hotel saja yang membuat pengunjung nyaman. Pasalnya, sejak pantai Parangtritis mengalami penataan baru/relokasi Parangtritis baru, Bupati Bantul Idam Samawi, langsung menggenjot penataan pantai Parangtritis sejak pertengahan 2008 lalu.
Hasilnya, kini pengunjung dapat menikmati indahnya pantai Parangtritis tanpa ada gubuk gubuk liar yang mengganggu pemandangan. Termasuk pembangunan paving di tepi pantai. Karena itu, bagi pengunjung yang jenuh berjalan di pasir, hanya dengan melangkah beberapa meter ke utara, sudah ada paving yang siap dilewati pengunjung.
Begitu juga dengan area parkir yang disediakan oleh pihak Pemkab Bantul. Cukup luas untuk ukuran sebuah tempat wisata. Termasuk dari sisi keamanan, pengunjung tak perlu kwatir. Karena, baik ditempat wisata pantai maupun tempat parkir, sudah disiapkan tenaga keamanan.
Diantaranya dari tim SAR. Karena penataan kawasan wisata yang sepurna ini, diperkirakan pendapatan dari hasil restribusi terporporasi bisa menacapai Rp 150 juta. Pendapatan restribusi sebesar itu, pada malam hingga tahun baru besuk, merupakan hal yang wajar. Pasalnya, pada malam satu Suro yang lalu saja, pendapatan dari restribusi mencapai Rp 45 juta lebih.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar