Senin, 21 Desember 2009

Bunda Lia : "Prospek & Tantangan Ekonomi 2010 Stagnan"
Penulis : Sudibyo

Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Hari Senin (21/12/2009) sekitar pukul 17.00 WIB, masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya yang menonton secara live acara Sabdatama di JOGJA TV, dibuat terperangah oleh ramalan pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono Jogjakarta, Bunda Lia Hermin Putri.

Pasalnya, dalam acara yang disiarkan secara langsung yang juga menghadirkan ekonom UII Jogjakarta yakni Jaka Sriyana, direktur BPD Jogjakarta Suprayitno serta narasumber lainnya yang berkompeten dibidangnya masing-masing, tokoh spiritual dan budaya yang tinggal di Bantul ini, "membantai" statemen yang dilontarkan oleh mereka yang menghitung prospek ekonomi Indonesia, khususnya Jogjakarta dari segi teoritis.

Menurut direktur BPD Suprayitno, dalam tahun 2010 nanti, perekonomian Indonesia akan lebih baik dari sebelumnya. Bahkan secara teoritis, bos bank milik pemerintah propinsi Jogjakarta ini optimis akan perkembangan perekonomian Indonesia di tahun 2010.

Namun apa kata Bunda Lia? Menurut perempuan ini, dilihat dari tahunnya saja, tidak ada tanda-tanda kearah yang signifikan akan keadaan ekonomi Indonesia. Lebih-lebih, jika dilihat dari hari pasaran jatuhnya tahun baru nanti. Belum lagi, jika dilihat dari peruntungan berdasarkan Sio.
Yakni Sio Macan.

Berdasarkan perhitungan angka, yakni 2010, menunjukkan jika terjadi pengurangan angka jika dibaca dari depan. Yakni dari angka 1 (satu) ke 0 (nol). Dari angka ini, sudah menunjukkan penurunan. Begitu juga, jika dilihat dari jumlah hari pasaran jatuhnya tahun baru 2010.

Pada tahun baru nanti, jatuh pada hari Jumat wage. Dalam hitungan jawa, Jumat 6 wage 4. Yang berarti jumlahnya 10. Sama dengan angka tahun, yakni 10 yang mengalami penurunan dari 1 ke 0.

Sementara jika dilihat dari Sio, yakni Macan, menurutnya juga kurang bagus. Karena macan merupakan binatang predator yang tidak mengenal kawan ataupun lawan jika dalam keadaan lapar.

"Saya pesimis keadaaan ekonomi kita akan lebih baik dari 2009. Kalau stgnan mungkin. Bahkan bisa turun. Masalahnya, jika kita lihat dari hoky angka saja sudah kurang bagus. Begitu juga dengan Sio-nya ", terang bunda Lia kepada reporter Cakrawalainfo.com usai acara.

Masih menurut perempuan yang tinggal Manding, Bantul ini, pada tahun 2010 nanti, tak hanya masalah ekonomi yang menghantui bangsa ini. Karena masalah hukum dan politik turut mengiringi keterpurukan bangsa Indonesia. Dalam hal politik, karena Sio-nya Macan, maka para elit akan saling terkam demi sesuatu yang diatas.

"Ingat kata Bung Karno, dalam dunia politik, jangankan saudara dan teman, kalau perlu anak sendiri di "mangsa" demi kekuasaan. Pokoknya ya...seperti orang lomba panjat pinang itu. Jangankan pundak, kepala temannya saja kalau perlu diinjak demi meraih sesuatu yang ada di atas ", imbuhnya.

Bunda Lia menegaskan, saat ini yang diperlukan oleh rakyat bawah bukan hal-hal yang teoritis. Tapi, kini rakyat butuh bukti kongkret agar bisa Wareg dan wasis (kenyang dan seahat) serta tercukupi segala kebutuhannya.

"Kalau mau contoh yang kongkrit, ya di Kabupaten Bantul ini. Di Bantul tidak ada yang namanya Mall dan Plaza. Yang ada pasar tradisional. Inilah contoh bukti kongkret perkembangan ekonomi kalangan bawah. Pasar tradisionil, tetap hidup. Rakyat kecil sejahtera. Jadi, jangan yang kalangan atas yang dibuat sejahtera. Sama saja memberi garam air laut. Tidak ada gunanya,” pungkasnya.*(dib/jay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar