Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Magetan) - Monumen Pesawat tempur TNI AU yang berada di PPU (Pasar Produk Unggulan) depan Terminal Maospati--dimaksudkan untuk menambah daya tarik pengunjung, sehingga produk unggulan Magetan yang dipasarkan di PPU semakin laris.
Akan tetapi, nampaknya Pemda Magetan yang mendapatkan hibah pesawat kurang memberi perhatian terhadap perawatan lingkungan sekitar monument tersebut.
Oleh karenanya rumput-rumput liar, sampah berserakan, debu, terpaan panas matahari dan hujan yang datang silih berganti telah mengubah monumen pesawat MIG-11 dikawasan PPU terkesan mangkrak.
Melihat kondisi seperti itu, Letkol Tek Eko Fibriyanto yang kesehariannya mengomandani Skadron Teknik 042 merasa terpanggil untuk membersihkan kawasan tersebut.
Kegiatan tersebut, merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-43 satuan yang mempunyai motto “No Ground No Flight” yang tepatnya jatuh pada tanggal 28 Pebruari 2010.
Korve dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kasihar Skatek 042 Mayor Tek Chaidir, membersihkan lingkungan monumen dari rumput dan tanaman liar serta sampah yang berserakan agar terlihat asri dan indah dipandang mata.
“Ini adalah salah satu bentuk perawatan terhadap pesawat tempur TNI AU yang memiliki makna historis pada jamannya, sehingga generasi penerus TNI AU maupun masyarakat umum dapat menyaksikan monumen pesawat tempur yang bersejarah tersebut”, ungkap Danskatek 042 Letkol Tek Eko Fibriyanto, Jum’at (29/1/2010).
Dilaporkan bahwa pesawat tempur MIG-11, merupakan pesawat tempur buatan Rusia yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1950-an dan merupakan pesawat yang menjadi tulang paunggung pada operasi Dwikora dan Trikora.*(jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar