Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Jogyakarta) - Banyak cara yang dilakukan oleh seseorang dalam mengatasi himpitan ekonomi. Salah satunya yakni dengan cara mencari pesugihan.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah benarkah pesugihan itu ada atau hanya fenomena belaka?
Berikut penelusuran Sudibyo, Reporter Cakrawalainfo.com selama satu minggu di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah serta Bantul dan Gunung Kidul, DIY.
Kali pertama kota yang didatangi oleh Reporter Cakrawalainfo.com yakni Klaten, Jawa Tengah. Setelah berputar-putar dengan menggunakan sepeda motor selama 6 jam.
Setelah itu, barulah mendapatkan titik terang dimana letak desa yang sering dikunjungi orang untuk melakukan ritual mencari pesugihan secara tunai dengan cara mengadopsi tuyul.
Ternyata, apa yang dikatakan oleh orang selama ini memang benar. Lokasi tempat mengadopsi tuyul itu, yaitu berada di desa B, Kecamatan T. Sedangkan, juru kuncinya bernama DH.
Menurut juru kunci, untuk mengadopsi tuyul yang bersarang di pohon K ini, syaratnya cukup mudah dan murah. Dengan uang tunai sekitar Rp 3 juta, semua sesaji yang menyiapakan juru kunci. Termasuk sepasang bantal guling mini yang akan dibawa pulang oleh si pengadopsi, semua ditanggung beres.
Dengan kata lain yaitu uang sebesar itu, pengadopsi bisa membawa pulang sepasang tuyul yang siap mencuri uang dengan hasil minimal Rp 500 juta/tahun plus tanpa tumbal.
Bahkan, jika pengadopsi sudah merasa kaya raya dan tak memerlukan tuyul itu lagi, maka makluk halus ini bisa dikembalikan ke habitatnya dengan syarat ritual seperti ketika akan mengadopsi.
"Yang jelas disini tanpa tumbal, dan jika mereka yang mengadopsi mau mengembalikan karena sudah tobat atau kaya, bisa dikembalikan ke habitatnya lagi,” terang DH, juru kunci kepada Sudibyo, reporter Cakrawalainfo.com.*(dib/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar