Rabu, 13 Januari 2010

Praktek Bisnis Kotor di LP, Sudah Berlangsung Lama (2)
Laporan : Ajun Ally

Cakrawalainfo.com (Jakarta) - Arswendo mengatakan, praktik kotor jual beli fasilitas kenyamanan dan keamanan di dalam LP maupun Rutan diyakini punya tarif tersendiri sesuai kesepakatan antara pihak narapidana atau tahanan, dengan petugas.

Namun soal berapa besar tarif tersebut, jumlahnya dipastikan berbeda-beda.

"Semua itu kan ibarat prinsip dagang saja, ada permintaan pasti ada penawaran. Logikanya, kalau banyak duit ya, fasiltiasnya bisa selangit. Kalau soal harga, ya sesuai kesepakatan di masing-masing tempat saja. Modus macam itu tidak hanya di kelas atas tapi juga di kelas narapidana kelas abal-abal," ujar Arswendo.

Menurut Arswendo, para narapidana atau tahanan bahkan bisa memesan terlebih dahulu ruangan-ruangan berfasilitas tadi sesuai yang mereka mampu dan inginkan.

Pemesanan bisa dilakukan bahkan sejak proses hukum mereka masih berjalan, biasanya lewat orang-orang tertentu yang menjadi penghubung.

Praktek-praktek mafia seperti itu menurut Arswendo sudah berlangsung lama sekali di banyak LP atau rutan. Dia juga mengaku tidak heran lagi dengan temuan yang ada sekarang dan malah mengaku yakin persoalan itu akan menguap begitu saja tanpa solusi yang jelas, seperti juga terjadi sebelumnya.

Layanan seks di dalam penjara, menurut Kriminolog UI Iqrak Sulhin, selama ini memang difasilitasi oleh petugas lapas. Baik dengan pasangannya, suami atau istri, maupun dengan mendatangkan seorang wanita pekerja seks komersil (PSK).

"Siapapun napi asal punya uang bisa mendapatkan kesempatan itu," ujarnya ketika dihubungi melalui telepon selularnya tadi pagi.

Besar kecilnya tarif bergantung tempat. Pilihannya, katanya, hanya dua. "Mau ditemani obat nyamuk dan nyamuk - karena di tempat terbuka - atau di ruangan khusus yang disediakan dengan fasilitas yang memadai."*(hrbt/jay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar