Laporan : Haris
Cakrawalainfo.com (Ponorogo) - Setelah melakukan orasi, akhirnya 10 orang perwakilan demonstran dijinkan menemui anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunarto di gedung dewan setempat.
Hasil pertemuannya itu, Sunarto meminta maaf dan mencabut atas pernyataannya yang pernah dilontarkan kepada Forum Kominikasi Badan Permusyawaratan Desa (FK BPD).
Kemarahan FKBPD itu, nampaknya telah memuncak. Usai menggelar demo didepan gedung dewan dan kantor Pemkab Ponorogo, mereka juga menyambangi kantor DPD PAN Ponorogo di jalan Merbabu.
Di depan kantor DPD PAN, mereka kembali menegaskan bahwa salah satu kader PAN yang duduk di gedung dewan dipandang tidak becus sebagai wakil rakyat. Untuk itu, para demonstran meminta agar DPD PAN melakukan pergantian antar waktu (PAW) atas Sunarto.
Aksi demo ini sebagai buntut dari pernyataan Sunarto, anggota dewan dari PAN yang menilai bahwa kinerja lembaga BPD tidak memberikan kontribusi positif bagi kemajuan desa.
Bahkan cenderung ‘ngrusuhi’ pemerintahan desa. Untuk itu, dalam pernyataannya Sunarto sebagai anggota panggar minta agar tunjangan BPD sebesar Rp 2,7 milyar ditinjau kembali.
Pada pernyataan tersebut, juga disebutkan anggaran sebesar itu akan lebih efektif jika digeser penggunaannya untuk alokasi anggaran RT dan RW. Karena menurutnya, peran RT RW lebih efektif untuk kemajuan desa dibanding dengan BPD.*(ris/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar