Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dengan adanya suasana politik fitnah, pecah belah dan adu domba itu, kini rakyat merasa tidak tenteram, bahkan was-was takut ada kejadian apa lagi di Indonesia ?.
Ingat krisis, kejadian dulu-dulu yang menimbulkan kejadian tidak baik. “Kemarin setelah Isya, saya mendapat berita yang mengagetkan. Beredar di Jakarta, sampai pada tingkat kasar yang mengatakan Presiden akan segera mengganti Menteri Keuangan (Menkeu),” jelas Presiden SBY saat membuka Rakernas VI Apkasi di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, Selasa (19/1/2010).
Ia menegaskan persoalan itu kembali muncul, sekarang kemungkinan spekulan bekerja, mengganggu stabilisasi nilai tukar rupiah. Yang tidak ada jadi ada.
“Sebelum saya masuk ruangan ini ada sms, Presiden ada dinamika di tingkat pasar seperti ini. Ini politik fiksi, yang tidak ada jadi ada, politik adu domba, mungkin diadu antara Menkeu dengan Presiden. Disebutkan yang akan mengganti inisialnya AA. Saya nggak tahu siapa AA itu,” katanya.
Presiden SBY menambahkan bahwa SMS tersebut, bahwa sumbernya berasal dari Golkar. Mengadu antara Ketua Umum Golkar dengan SBY. ”Luar biasa itu, kreatif, tapi kreatif yang buruk, tidak membawa kebaikan bagi kehidupan masyarakat.
Hal-hal seperti itu, yang tidak ada jadi ada, kenapa tiba-tiba muncul yang seperti itu ? “Dulu pernah, tapi sesungguhnya dengan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, dan penataan dalam pembangunan ini, kita harusnya sudah melewati masa-masa seperti itu, yang dulu pernah terjadi di negeri kita,” tandas SBY, lagi.*(jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar