Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Madiun) - Berketepatan 100 hari pemerintahan Presiden RI, jilid II Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), puluhan mahasiswa menggelar aksi demo di Alun-alun, Kota Madiun, Kamis (28/1/2010).
Dalam orasinya mereka yang mengatasnamakan Kesatuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuntut, agar Presiden SBY segera mengambil keputusan konkrit yakni menguak skandal Bank Century.
“SBY, segeralah mengambil tindakan tegas terhadap Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani yang diduga terlibat kasus “Century” itu,” jelas Koordinasi Aksi KAMMI dan HMI Madiun, Muharis Puwasono.
Dalam aksi itu, mereka mendapat mengamanan dari anggota Polrestra Madiun. Selama mereka melakukan aksi demo dibeberapa titik, Kota Madiun tetap kondusif.
Perjelas, Program 100 Hari Pemerintahan SBY
Dalam kesepatana itu, dalam pidatonya dihadapan ratusan peserta Rakernas VI Apkasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan bahwa program 100 hari bukan system penyelesaian 5 tahun kedepan.
Tapi, mengevaluasi mana kalau ada program yang tersumbat yaitu dengan cara yang bisa diselesaikan dalam 100 hari. “Agenda pertama, menghilangkan sumbatan dengan cara yang bisa kita selesaikan 100 hari,” tegasnya saat membuka Rakernas VI Apkasi di Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, Selasa (19/1/2010) lalu.
Menurutnya kalau memang tidak mungkin diselesaikan, maka sudah dirumuskan bagaimana solusinya, bagaimana kerangkanya yang dalam tahun 2010 akan segera diselesaikan.
Lalu, kedua bahwa rencana lima tahun mendatang harus lebih realistis. Ketiga, 100 hari, kita mengundang semua LSM, ekonom, dunia usaha, pengamat, para pimpinan daerah. Jadi, semua apa yang harus kita lakukan dalam 5 tahun mendatang itu dirampungkan 100 hari.
“Keempat, harus ada hasil cepat, hasil nyata. Mengukur 100 hari, apakah 45 sasaran dengan 15 program utama itu dicapai atau tidak?,” jelas SBY, lagi.*(jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar