Rabu, 13 Januari 2010

Tarif Seks di Penjara Rp 500 Ribu-Rp 2 Juta (1)
Laporan : Ajun Ally

Cakrawalainfo.com (Jakarta) - Bisnis seks ditengarai berlangsung di dalam tahanan. Para napi yang hendak memenuhi hasrat seks baik dengan istri sendiri, selingkuhan, maupun dengan wanita penjaja seks, tidak ada masalah. Napi bisa nego dengan petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk mendatangkan mereka, tentu dengan imbalan uang antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta untuk sewa ruangan khusus yang cukup nyaman.

Penyaluran hasrat seks, kata mantan Napi Arswendo Atmowiloto bisa dilakukan di dalam sel dan diruangan tersendiri yang lumayan nyaman. Saat ditanya berapa tarif yang harus diberikan kepada petugas untuk laya-nan seks itu, mantan Pemred Tabloid Bintang Indonesia ini tak mau memberitahu secara jelas.

"Yang jelas kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Tapi saya tidak keberatan dengan adanya pungutan itu. Masih wajar karena selama kita melakukan hubungan intim dengan pasangan kan dijagain. Malah saya berterima kasih karena tersalurkan," kata budayawan Arswendo Atmowiloto, yang pernah ditahan di LP Cipinang.

Apalagi, tambah Arswendo, istrinya tidak keberatan. Pungutannya juga sukarela. "Dan teman-teman di penjara pun saya tidak mendengar ada keluhan," katanya sambil tertawa. Bagaimana dengan bisnis seks dengan menghadirkan wanita panggilan?

Arswendo, itu bisa saja terjadi. Wanita-wanita panggilan itu bisa saja dibilang istrinya. Dia sendiri tidak mau terlalu mencampuri urusan yang terlalu pribadi itu. Bertanya dengan teman di satu sel pun tidak. "Terlalu pribadi," ujarnya.

Secara terpisah, mantan napi yang tak mau disebut namanya mengakui dirinya dimintai uang Rp 750 ribu oleh petugas untuk mendatangkan istrinya ke LP. "Uang itu kata petugas untuk sewa ruangan, uang pengamanan/uang jaga selama melakukan hubungan intim, dan uang 'setoran' ke pimpinan. Pemakaian ruangan bisa dilakukan sekitar dua jam," ujar eks napi.

Menurutnya, jika napi sudah sering melakukan hubungan intim bisa dapat diskon dengan hanya membayar Rp 50 ribu. Tapi, kalau hanya menggunakan ruangan cuma 30 menit, cukup bayar Rp 300 ribu. "Napi yang berduit tentu tak melwatkan kesempatan ini. Pusingkan kalau tak tersalurkan," ujar pria berambut gondrong ini.

Bagaimana kalau napi yang tidak punya istri? "Saya sih gak tahu pasti, tapi saya mendengar ada yang bisa memasukkan wanita panggilan. Tentu tarifnya bisa lebih tinggi, antara Rp 1 juta sampai 2 juta. "Kalau ini biasanya dimanfaatkan napi kaya."*(hrbt/jay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar