Laporan : Sudibyo
Cakrawalainfo.com (Jakarta) - Senin, (11/01/2009) malam lalu, bertepatan dengan malam Selasa Kliwon atau yang lebih dikenal dengan istilah malam Angoro Kasih, sekitar 100 orang kalangan spiritualis dan supranaturalis, termasuk budayawan, berkumpul di Sasano Adiroso Pangeran Sambernyowo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Dalam sarasehan yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini, menghadirkan dua narasumber. Yakni tokoh supranatural asal Yogyakarta, Bunda Lia Hermin Putri, dan sekretaris Jenderal Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) pusat, AA. Sudirman.
Sedangkan yang tampak hadir dikalangan tokoh-tokoh orang linuwih antara lain, Kanjeng Purwo yang juga ketua DPC Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif (FKPPAI) Kota Depok, paranormal kondang Joko Bodo, Kajeng Beyos Gajah Abioso, Romo Dusjanto serta undangan lainya. Tak ketinggalan dari kalangan budayawan yang tampak hadir yakni adik kandung WS Rendra, Sudibjo. Diawal awal acara, sarasehan yang di moderatori oleh Pangeran Noerman ini tampak gayeng. Namun ketika acara menginjak pertengahan, tampak sekali sebagian undangan kurang puas. Karena setiap pertanyaan atau pendapat salah seorang peserta, selalu dipotong oleh moderator dengan alasan waktu yang terbatas.
Namun ketika ada peserta yang bertanya atau berpendapat tidak sesuai dengan kontek atau keluar jalur dari pokok acara, terkesan dibiarakan dengan alasan, Demokrasi. Karena yang hadir rata-rata dari kalangan spiritual dan supranatural, pertanyaan yang diajukan oleh mereka terhadap narasumber, khususnya kepada bunda Lia, juga seputar dunia gaib serta "sangkan paraning dumadi". Karena itu, semua dapat dijelaskan oleh perempuan yang juga pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono ini dengan gamblang. Termasuk pertanyaan tentang asal usul budaya Nusantara yang dilontarkan oleh salah seorang peserta dari Tuban, Jawa timur.
Menurut bunda Lia, asal usul budaya Indonesia sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka bahkan sebelum Nusantara dijajah oleh bangsa lain। Bahkan sudah ada ketika tahun 400 SM (sebelum masehi)। "Jangan salah, bangsa kita kaya akan budaya. Dan itu sudah ada jauh sebelum bangsa kita bebas dari penjajah. Tepatnya 400 SM atau ketika jaman kerajaan Kutai di Kalimatan Timur ", terangnya. Sedangkan puncak acara sesuai tema-nya "Sujudan Agung Sarasehan Malam Angoro Kasih", diisi dengan doa yang dipimpin salah seorang anggota HPK. Karena menurut bunda Lia, malam Selasa kliwon merupakan malam yang penuh berkah dan cinta kasih. Sehingga dengan doa di malam Selasa Kliwon/Anggoro Kasih, maka akan cepat dikabulkan oleh Tuhan YME.*(dib/जय)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar