Laporan : Ajun Ally
Cakrawalainfo.com (Jakarta) - Didampingi anggota Babinsa Polsek Pondok Aren, Ny Etty menawarkan niat baik untuk menukar surat girik tersebut sebagai jaminan.
Pasalnya Karman merupakan pencari nafkah keluarganya. “Sambil menunggu mendapatkan uang, surat girik itu saya jadikan jaminan,” ungkapnya.
Namun niat baik Ny Etty tersebut, ditolak oleh Riki Wijaya dengan alasan surat girik bukan atas nama Karman, atau istrinya.
Kepada Ny Etty, pemilik CV Wijaya Makmur ini mengatakan jika ingin segera masalah ini selesai, maka Ny Etty harus segera membayar huang suaminya sebesar 12 juta. “Saya gak habis pikir Pak Riki setega itu,” kata Ny Etty.
Tentu saja, sikap Riki Wijaya membuat sedih ibu tiga orang anak ini. Selama suaminya disandera, Ny Etty mengaku kesulitan keuangan. Selama satu tahun bekerja ditempat Riki Wijaya, salesman barang kelontong ini hanya digaji sebesar Rp 450 ribu.
Dengan gaji tersebut tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama tiga orang anaknya dikampung halamannya.
“Jika suami saya diborgol, gimana saya bisa melunasi hutang , wong saya juga tidak bekerja,” ungkapnya sedih.*(ruanghati/jay)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar