Senin, 04 Januari 2010

Dimakamkan 19 Tahun Jasad dan Kafan Utuh
Laporan : Ajun Ally

Cakrawalainfo.com (Madiun) - Allahu Akbar. Pekikan itu memecah keheningan penziarah di Pemakaman Umum Gulun, Kartoharjo Kota Madiun. Tatapan mata penziarah tertuju pada kain kafan jenazah alm.

Marzuki, warga Jl Jambu Gang 7 yang tidak sengaja terbuka lantaran ada penggalian makam baru di sampingnya. Penyulutnya, kain kafan pembungkus jasad almarhum tampak masih putih bersih. Padahal almarhum sudah dimakamkan 19 tahun.

Sontak, keutuhan kain kafan alm. Marzuki jadi buah bibir. “Demi Allah, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, kain kafan itu. Masih terlihat putih bersih seperti baru. Tanah di sekitarnya seakan tak mengotorinya,” ujar KH Faturachman, ucap penziarah yang ikut turun ke liang lahat.

“Saya yakin, ini kebesaran Allah. Kain kafan Marzuki ternyata masih utuh. Padahal sudah dimakamkan selama 19 tahun,” ujar kiai dengan panggilan akrab Gus Mang itu.

Gus Mang lantas menceritakan kejadian aneh yang disaksikan. Siang itu, lingkungan Jl. Jambu berkabung lantaran ada warga yang meninggal. Dia sendiri ikut takziah dan mengantar warga yang meninggal ke makam. Bahkan turun ke liang lahat untuk mengubur jenazah.

Saat di dalam liang lahat, Gus Mang kaget. Sebab, ia melihat kain kafan alm. Marzuki yang ada disamping galian liang kubur baru itu masih utuh. Putih bersih. “Kain kafan itu tidak ternoda sama sekali, Mas,” ujar Prahoro, saksi mata yang lain.

Tentu kejadian itu membuat penziarah terpana. “Allah menunjukkan kebesarannya. Allahu Akbar,” ujar Gus Mang berkali-kali.

Siapa sebenarnya alm. Marzuki? Ny. Mar’ah tetangga almarhum menuturkan. Almarhum wafat 19 tahun silam dalam sebuah kecelakaan di Klaten saat mengantar ikan.

Namun dalam kesaksian Ny.Mar’ah almarhum selama hidupnya dikenal sebagai lelaki pendiam. Polos dan jujur. Almarhum, juga lugu.

Dia tercatat salah satu santri dari alm.KH. Muchsin. Kiai kharismatik di Jl. Jambu Kota Madiun. Di kalangan santri setempat almarhum dikenal sebagai santri yang khusuk dalam beribadah, dan tidak pernah membantah apa kata kiai.

Kedekatan tempat tinggal alm. Marzuki dengan KH Muchsin itu menjadikan almarhum memiliki kedekatan dengan kiai kharismatik itu.*(elpos/jay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar